June 25, 2020

Selain Jadi Kiper, Pemain Madura United Ridwan Ternyata Bisa Mainkan Banyak Posisi Lain

Penjaga gawang Madura United, Ridwan, bercerita bagaimana dirinya menguasai posisi lain selain kiper. Ia memulai karier bukan pada posisi penjaga gawang, melainkan sebagai pemain depan.

Hal itu dimulai ketika Ridwan masih berada di level sekolah sepakbola (SSB), ketika itu ia rutin mengisi posisi sebagai penyerang. Hal itu juga masih ia lakukan hingga sekarang, di luar aktivitas Laskar Sape Kerrab.

Selama masa pandemi virus corona, Ridwan berlatih dengan tim lokal daerahnya, Bintaro FC. Bersama tim tersebut, Ridwan yang merupakan eks kiper Persib Bandung itu malah menghuni posisi sebagai striker.

“Saya sebenarnya dulu itu striker saat awal-awal, kala di SSB Villa 2000 dan Putra Melati. Tapi, saya akhirnya memilih menjadi kiper,” papar Ridwan, dikutip laman resmi Madura United.

“Menurut saya sebenarnya tidak jauh berbeda [kiper dan striker]. Sebab, dengan menjadi striker, bisa lebih paham bagaimana lawan mencetak gol,” sambung eks penjaga gawang Persela Lamongan itu.

Pemain 29 tahun ini bukan satu-satunya pesepakbola profesional dari Liga 1 yang aktif bermain di kala pandemi, bersama Bintaro FC. Ada nama lain seperti Rezaldi Hehanussa dari Persija Jakarta, dan Hamka Hamzah, Persita Tangerang.

Ridwan memastikan dirinya adalah penyerang yang mahir. “Soalnya saya sama-sama menguasai. Selain striker dapat juga jadi second striker, atau winger juga bisa. Saya sering cetak gol di Bintaro FC saat latihan bersama,” ucapnya.

Saat ini Ridwan berharap kompetisi bisa segera dipastikan statusnya, sebagaimana PSSI sudah mengonfirmasi bahwa Liga 1 dan Liga 2 akan kembali digelar September, atau Oktober.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sedang merencanakan bagaimana kompetisi akan diputar, dan tentunya harus mengikuti prosedur protokol kesehatan, di tengah pandemi virus corona.

Sebelum Liga 1 dihentikan, Madura United arahan pelatih Rahmad Darmawan merengkuh empat poin dari tiga penampilan. Mereka membuka kompetisi dengan kemenangan telak atas Barito Putera, empat gol tanpa balas.

Laskar Sape Kerrab dibuat kesulitan ketika menjamu tim promosi Persiraja Banda Aceh, dan harus berbagi poin dengan skor 0-0. Setelahnya, mereka dikalahkan juara bertahan Bali United, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, dengan skor 3-1.